Bagaimanakah bulan Agustus di Jepang?

This item was filled under [ Social ]


Musim Panas di jepang sangat panas seperti di indonesia. Sekolah-sekolah memasuki liburan musim panas. Langit biru dan bunga matahari berwarna cerah. Di pemandian-pemandian laut terdengar suara ceria anak-anak yang bermain dengan riang gembira.

Pada musim panas ada banyak hal yang menyenangkan. Yang sangat ramai adalah festival musim panas hanabi atau pesta kembang api pada malam hari. Pasar malam berderet dan kembang api yang memancar di langit malam sangat indah.

Dari tanggal 13 sampai 15 ada perayaan ‘Obon’. Obon adalah acara yang mirip dengan Dulang di Indonesia. Pada hari ini, roh orang yang sudah meninggal dan nenek moyang dijemput kembali kerumah.

Setelah melewati pertengahan bulan, musim panas mendekati akhirnya, Di laut, para pengunjung mulai berkurang. Bunyi ombak yang ramai dengan banyaknya orang-orang tadi, sekarang tampaknya merasa sedih.

Cerita berikutnya adalah cerita seorang nelayan yang bernama Urashima Taro.

Urashima Taro

Pada zaman dahulu hiduplah seorang nelayan yang bernama Urashima Taro. Taro adalah seorang pemuda yang baik hati. ia hidup bersama dengan ibunya yang tua.

Pada suatu hari, ia bertemu dengan anak-anak nakal yang ribut di pantai. Ia melihat mereka menyodok-nyodok seekor anak penyu. Taro merasa kasihan pada anak penyu itu.
“Jangan menyiksa makhluk hidup.”
Anak-anak itu langsung berlarian kesana-sini. Taro menaruh anak penyu itu ke telapak tangannya perlahan-lahan, lalu melepaskannya kelaut.

Berberapa tahun telah berlalu.
ketika taro sedang santai memancing, ada yang menarik tali kailnya.
“Eh? Oh, Kamu!”
Ternyata yang menarik kailny adalah seekor penyu yang besar-penyu yang ditolong Tari beberapa tahun yang lalu.
Penyu itu berkata kepada Taro, “Tuan Taro. terima kasih banyak atas kebaikan Anda waktu itu. Sebagai rasa terima kasih, Saya akan membawa anda ke istana indah di dasar laut. Istana itu di sebut istana Ryugu, yaitu istana raja naga. Tempatnya sangat indah, dikelillingi bunga-bunga laut. Ayo mari kita pergi.”

Penyu menaikkan Urashima Taro ke punggungnya, lalu berenang kedalam laut.
Ternyata tempat di dalam laut itu adalah dunia yang sangat indah. Seperti yang Taro bayangkan dalam mimpinya. Taman-taman batu karang ada di mana-mana, tampak berkilau-kilauan.Sambil hanyut dengan lembut diatas punggung penyu. Taro merasa terkagum-kagum melihat pemandangan di sekelilingnya, seolah ia sedang bermimpi.

Tampak sebuah tangga mutiara yang bersinar-sinar dari celah gunung-gunung batu karang. Seorang putri yang cantik turun dari tangga itu. Ia adalah putri Ryugu, Putri Oto. Alangkah cantik putri itu! Kecantikan yang tak ada kiranya di dunia ini. Taro terhenyak.

Putri Oto berkata dengan suara indah dan merdu kepada Taro yang tercengang-cengang. “Selamat datang Tuan Urashima Taro. Silakan beristirahat dengan santai.” Putri Oto membuka kipas dengan cepat, lalu muncullah kumpulan ikan yang berwarna-warni. Mereka menari sambil mengelilingi Taro. Mulailah hari-hari yang menyenangkan di Istana Ryugu. Tarian ikan-ikan yang indah, makanan yang sangat lezat, dan percakapan dengan Putri Oto yang begitu menyenangkan. Bagi Taro, hari-hari itu seolah mimpi saja. Namun, Taro mulai merasa cemas akan ibunya yang ditinggal di desanya. “Tuan Taro, Anda ingin pulang ke rumah ya. Walaupun saya berharap Anda selalu ada di sini, apa boleh buat.”

Putri Oto melihat Taro yang kurang bersemangat, lalu berkata, “Kalau begitu, bawalah kotak perhiasan ini. Kalau Anda mengalami kesulitan setelah pulang ke desa nanti, bukalah kotak perhiasan ini.” Taro naik punggung penyu lagi lalu pulang ke desa tempat ibunya telah menunggu. Hati Taro sudah penuh dengan perasaan rindu akan desanya setelah beberapa hari tak pulang. Setelah tiba di pantai, penyu segera menyelam ke laut.
“Ibu, aku sudah pulang!”
Tetapi tidak ada yang menjawab. Bukan hanya rumahnya yang ia rindukan, tapi juga sosok ibunya tak tampak. Keadaan di sekitarnya semuanya telah berubah.Orang-orang yang dikenalnya rumah-rumah yang diketahuinya. Semua yang ia ingat tak ada. Kemana perginya semangatnya yang tadi? Taro benar-benar kehilangan akal.

“Oh, ya! Kan ada kotak perhiasan! Kalau ini dibuka, mungkin
aku jadi tahu sesuatu.”
Taro membuka kotak perhiasan itu pelan-pelan. Dan… Ajaib!. Muncullah asap putih dari dalam kotak itu. Taro yang tadinya pemuda berubah menjadi kakek berjanggut putih dalam sekejap mata.


Ternyata selama Taro melewatkan beberapa hari yang sangat menyenangkan di Istana Ryugu, puluhan tahun telah
berlalu di atas bumi. Taro hanya bisa berdiri termenung-menung.

Rate this topic:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Popularity: 8 views
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Comments on “Bagaimanakah bulan Agustus di Jepang?”

  • uNieQ
    5 August, 2008, 10:50

    wew.. seru juga y di Jepang.. jadi pengen kesana hehehe

  • ketek90
    5 August, 2008, 16:36

    hihihi penasaran sama putri oto,,, secakep siapa yah??? hihihi… angelina jolie kalah kli yak>>

  • Agung
    5 August, 2008, 19:16

    @ketek90: cakepan mana, saya ga tau yang pasti mereka beda Ras

  • Perahu Kertas
    2 September, 2008, 8:23

    aku ketawa waktu dengar komentar seorang teman yang lagi ngabisin waktu musim panas di Jpn, maklim dia orang indonesia tulen. gini nih komentarnya:

    “kalo musim panas di Jpn, kain jadi mahal”

    taw maksudnya apa? dia menyoroti pakaian yang dipakai penduduk setempat, terlebih yang perempuan yang hampir serba “terbuka” hehehe

Leave a Comment

Search engine terms:
  • MUSIM DI JEPANG