Bagaimanakah Bulan November di Jepang?

This item was filled under [ Culture ]

Pada bulan November , hawa dingin mulai  terasa  pada pagi dan sore. Daun-daun pohon menjadi semakin cerah. Di daerah utara, embun es mulai turun, dan di gunung yang tinggi salju mulai turun, musim potong padi yang sibuk telah selesai dan cuaca cerah terus berlangsung.

Pada bulan ini ada acara untuk merayakan anak yang telah berumur 3,5, dan 7 di jepang. Keluarganya saling gembira pertumbuhan dan kesehatan anak setiap tahun. Anak-anak memakai pakaian tradisional Jepang yang disebut Kimono dan berziarah ke kuil Shinto.

Bulan November di Jepang juga merupakan musim perpindahan burung. Dari negri-negri utara yang jauh dan lebih dingin dari pada jepang, berbagai jenis burung seperti angsa, burung bangau, dan angsa liar bermigrasi ke Jepang. Selama musim dingin, mereka melewatkan waktu di Jepang yang tidak begitu dingin.

Cerita berikutnya adalah cerita dengan tokoh utama burung bangau.

Balas Budi Burung Bangau

Alkisah, pada jaman dahulu hiduplah seorang kakek dan nenek yang baik hati. Kisah berikut adalah kejadian pada suatu hari yang dingin dan bersalju.

Di tengah perjalanan kembali setelah mencari kayu bakar dari gunung, kakek mendengar suara erangan burung bangau di sekitar rawa. Ia melihat seekor burung bangau yang menderita karena jerat jebakan. Kakek berlari mendekatinya dan melepaskan jerat itu.

Burung bangau itu menunjukkan rasa gembiranya dengan mengembangkan sayapnya lebar-lebar, lalu terbang ke langit bersalju.

Pada malam harinya kakek membicarakan kejadian tersebut dengan nenek di dekat perapian.

Burung bangau itu tampaknya merasa begitu senang.

Oh kamu melakukan hal yang sangat baik, sayang ku

Nenek yang baik hati itu juga tersenyum manis, dan suasana hati kedua orang itu diselimuti perasaan bahagia.

Pada waktu itu, terdengar bunyi ketokan dipintu. TOK-TOK-TOK.

Oh, siapakah gerangan yang mengunjungi rumah mereka? Siapa ya, pada malam selarut ini? Lagipula, malam ini bersalju…

TOK-TOK-TOK.
Kakek yang merasa aneh membuka pintu pelan-pelan, …ia terkejut! Seorang gadis yang cantik berdiri di tengah salju yang turun. Kata gadis itu, ia tersesat di tengah perjalanannya.

Kamu pasti kesulitan, kalau begitu ayo, silahkan menginap disini malam ini.

Kakek dan Nenek yang baik hati mempersilahkan gadis itu masuk ke dalam rumahnya.

Ayo, hangatkan badan mu.

Nenek membuatkan bubur yang panas untuk gadis itu. Menurut kisah gadis itu, ia tidak mempunyai tujuan kemanapun.

Nak, kalau begitu, hiduplah bersama kami.

Nenek juga mengangguk tanda setuju.

Saya juga sangat senang. Terima kasih banyak atas kebaikan hati kakek dan nenek.

Gadis itu membungkuk di hadapan kakek dan nenek. Bagi kakek dan nenek yang tidak mempunyai anak, tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain kehadiran anak gadis itu.

Malamnya ketiga orang itu tidur dengan tenang. Ke esokan hari, gadis itu bangun ketika hari masih gelap. Ia pergi ke dapur diam-diam agar kakek dan nenek tidak bangun. Lalu, ia mengintip kotak penyimpanan beras karena ia akan menyiapkan makan pagi untuk mereka. Namun kotak penyimpanan beras itu kosong. Bukan hanya beras yang tidak ada, bahan untuk membuat sup miso pun tidak ada.

Saat itu si gadis menemukan bundelan benang. entah apa yang dipikirkan olehnya, gadis itu lantas membawa bundelan benang itu dan masuk ke dalam ruang tenun. tak lama kemudian, mulai terdengar suara orang menenun dari ruang yang tertutup rapat.

Jrek-jrek-jrek, serrrr .
Jrek-jrek-jrek, serrrr .
Sinar pagi mulai menyusup ke dalam rumah.
Kakek dan nenek bangun dan melihat tempat tidur sang  gadis di sebelahnya, tetapi sosoknya sudah tidak ada.  Lantas si gadis muncul membawa kain tenun.

Alangkah indahnya kain ini!

Kain ini betul-betul indah sekali.

kakek dan nenek menerima kain tenun itu dan terkejut bukan main. Gadis berkata,

Kek, tolong jual ini dan belilah beras, miso dan barang-barang keperluan lainnya.

kakek gembira sekali, lalu, ia membawa kain itu dan pergi ke kota untuk menjualnya kain itu terjual dengan harga tinggi. Lalu kakek membeli beras dan miso dengan uang itu, ia juga membeli sisir rambut yang bagus untuk si gadis sebagai oleh-oleh.

Malam itu benar-benar malam yang penuh kebahagiaan.

Semoga bermimpi indah.

Kakek dan nenek silahkan istirahat dulu, saya akan bekerja sebentar lagi.

kakek terkejut mendengar kata-kata gadis itu.

Jangan, sudahlah. Malam ini sudah saatnya tidur.

Tidak, saya ingin menenun lebih banyak kain untuk kakek dan nenek, Boleh kan? Sebagai gantinya, saya mempunyai satu permintaan, yaitu kakek dan nenek sama sekali tidak boleh melihat saya saat sedang menenun kain.

Apa? Tidak boleh melihat?

Ya, tolong berjanji pada saya.

Muka si gadis tampak kukuh. Kakek dan nenek yang tidak tahu alasannya hanya bisa mengangguk. Demikianlah, setiap malam gadis itu menenun kain yang cantik itu satu tan kain demi satu tan kain. Kakek membawanya ke kota dan terjual laris.

Namun seiring dengan berlalunya hari demi hari, 3 hari, 5 hari…, badan si gadis menjadi semakin kurus dan semangatnya tampak menurun.

Sosok gadis yang berdiri di dekat pintu dan memandangi matahari terbenam itu tampak sempoyongan.
“Saya akan menenun paling tidak satu tan kain lagi untuk mereka,” pikir gadis itu. Pada waktu makan  di malam harinya,  gadis itu  tidak memakan sedikitpun hidangan yang dibeli oleh kakek di kota.

Ayo, makan lagi.

Tidak, sudah cukup. saya akan bekerja sedikit lagi.

kakek sangat terkejut mendengar kata-kata gadis ini.

Jangan! kalau malam ini tidak tidur juga, badan mu akan rusak. Jangan memaksakan diri.

Si gadis tidak menuruti kakek yang hendak mencegahnya, lalu ia berdiri terhuyung-huyung.

Lihat, kamu telah menjadi selemah itu…

Gadis itu berkata tegas kepada kakek yang mencoba menghentikannya.

Satu tan kain lagi saja.

Mendengar perkataannya, kakek dan nenek yang tidak bisa menghentikkan gadis hanya bisa mengkhawatirkannya. Mereka tidak bisa berbuat apapun.

Si gadis masuk kedalam ruang kerja dan menutup pintu. Kakek dan nenek berbaring ditempat tidur namun mereka tidak bisa tidur karena terus merasa khawatir.

Kakek, tampaknya bunyi alat tenun menjadi lemah dan tidak teratur.

Baiklah, aku akan pergi untuk melihat.

kakek segera bangun dari tempat tidurnya.

Tapi bagaimana janji dengan anak gadis kita?

Nenek mencegah kakek, namun Kakek tidak bisa menahan diri karena ia mengkhawatirkan anak gadis mereka. kakek membuka pintu ruang kerja pelan-pelan dan mengintip ke dalamnya.

oh, ternyata…

Alangkah mengejutkan, ternyata yang menenun kain bukan anak gadis mereka, melainkan seekor burung bangau.

Burung bangau itu mengambil bulu dari badannya sendiri, lalu menjalinnya kedalam kain.

Dengan seluruh sisa tenaganya, helai demi helai bulu… lalu burung bangau menjadi sangat lemah. Kakek lantas membuka pintu dengan berbunyi gemerincing. Burung bangau sadar dan terkejut, lalu sedikit demi sedikit berubah menjadi sosok gadis.

Ka-Kamu..

Di hadapan kakek yang tercengang, anak gadis itu berkata sambil menundukkan kepalanya,

Ya, saya adalah burung bangau yang ditolong Kakek waktu itu.”

Oh, waktu itu….

Betul, saya datang ke sini untuk membalas budi kepada Kakek, saya diperbolehkan menjadi sosok manusia hanya sekali saja.

Setelah berkata begitu, gadis itu segera keluar ke arah pintu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.

Saya tidak bisa berada disini lagi. meskipun saya ingin selalu menjadi anak gadis kakek dan nenek…

Gadis itu keluar dan berubah menjadi sosok burung bangau dan mulai terbang ke langit pelan-pelan.

Anak gadis kami yang tersayang, jangan lupakan kami.

Seolah berdoa, kakek melemparkan sisir gadis itu kepada burung bangau.

Burung bangau menangkap sisir itu dengan paruhnya. Sesudah bersuara sekali dua kali seolah segan berpisah, ia terbang tinggi ke langit musim dingin, entah kemana.

SUP MISO

Sup miso sangat terkenal di Jepang, bahan dasarnya adalah miso, yang merupakan hasil fermentasi kedelai, Miso sering digunakan sebagai bumbu masakan jepang. Sarapam orang jepang biasanya mencakup sup miso, dengan bahan pelengkap tofu, rumput laut, atau bahan makanan lain yang digemarinya.

SATU TAN KAIN

Tan adalah satuan ukuran kain, Panjangnya bisa untuk membuat baju seorang dewasa, kira-kira 12 meter.

Rate this topic:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Popularity: 60 views
Tagged with: [ , ]
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Comments on “Bagaimanakah Bulan November di Jepang?”

  • 5 November, 2008, 16:01

    kisah tentang balas budi yg mengharukan

  • 5 November, 2008, 16:46

    Terharu aku…. Panjang juga ceritanya.
    Mampir balik ya….

  • 5 November, 2008, 19:54

    nice story.. tapi editannya ga beres ya,,hehe,,

  • 5 November, 2008, 23:03

    mampir…apa kabar niy…nice story…..

  • 6 November, 2008, 0:55

    Kunjungan Balik…
    Keren juga nich Blog. Keep success…

  • 6 November, 2008, 3:41

    cerita yang sangat menarik

  • 6 November, 2008, 6:13

    kunjungan mlm. postingannya sip tuh friend

  • 6 November, 2008, 20:54

    haru tapi tidak sampai mengeluarkan air mata, good story

  • 16 November, 2008, 22:47

    dari dulu saya pengen ke jepang T_T huhuhu…

Leave a Comment

Search engine terms:
  • musim dingin di jepang
  • bagaimanakah bulan november di jepang
  • PAKAIAN TRADISIONAL JEPANG
  • gadis kimono
  • blogging plus
  • kisah panas gadis jepang